Dahulu para salaf sangat mengetahui keutamaan waktu pagi, sehingga mereka memanfaatkan waktu ini dengan sebaik-baiknya dalam ketaatan, menuntut ilmu, atau kegiatan yang bermanfaat lain yang bersifat duniawi. Berikut beberapa praktek nyata para salaf dan ulama dalam mengisi waktu emas ini.
Pertama: Dari Abu Waa'il Syaqiiq bin Salamah Al-Asady rahimahullahu beliau berkata:
( غدونا على عبد الله بن مسعود يوما بعد ما صلينا الغداة ، فسلمنا بالباب فأُذن لنا ، قال : فمكثنا بالباب هُنَيَّة ، قال : فخرجت الجارية فقالت : ألا تدخلون ؟ فدخلنا فإذا هو جالس يسبح فقال : ما منعكم أن تدخلوا وقد أذن لكم ؟ فقلنا : لا ، إلا أنا ظننا أن بعض أهل البيت نائم ، قال : ظننتم بآل بن أم عبد غفلة ؟! قال : ثم أقبل يسبح حتى ظن أن الشمس قد طلعتفقال : يا جارية انظري هل طلعت ؟ قال: فنظرت فإذا هي لم تطلع ، فأقبل يسبح حتى إذا ظن أن الشمس قد طلعت قال : يا جارية انظري هل طلعت ؟ فنظرت فإذا هي قد طلعت فقال : الحمد لله الذي أقالنا يومنا هذا ولم يهلكنا بذنوبنا )
"Suatu hari setelah menunaikan shalat shubuh kami berangkat menuju rumah Abdullah bin Mas'ud, setelah sampai kami mengucap salam di depan pintu dan kamipun diizinkan masuk. Akan tetapi kami menahan diri di depan pintu sesaat sehingga keluar seorang budak wanita seraya berkata: Kenapa kalian tidak segera masuk? Maka kamipun masuk dan kami meihat beliau (Abdullah bin Mas'ud) sedang duduk bertasbih, beliau bertanya: Apa yang mencegah kalian masuk padahal sudah diizinkan bagi kalian? Kamipun menjawab: Tidak apa-apa, kami hanya menyangka bahwa ada sebagian anggota keluarga yang tidur. Beliau berkata: Apakah kalian menyangka keluarga Ibnu Ummi 'Abd lalai !?
Beliaupun melanjutkan bertasbih sampai menyangka bahwa matahari telah terbit, kemudian beliau berkata: Wahai budak wanita, lihatlah apakah matahari telah terbit? Maka budak wanita tersebut melihat akan tetapi matahari ternyata belum terbit. Kemudian beliau melanjutkan bertasbih, sampai menyangka bahwa matahari telah terbit, kemudian beliau berkata: Wahai budak wanita, lihatlah apakah matahari telah terbit? Maka budak wanita tersebut melihat dan ternyata matahari telah terbit. Beliau kemudian berkata: Segala puji bagi Allah yang telah memaafkan kita dan tidak mengadzab kita dengan dosa-dosa kita. " (Dikeluarkan oleh Imam Muslim di dalam Kitab Shahih beliau)
" Dan sebutlah nama Rabbmu pada (waktu) pagi dan petang. (QS. 76:25) Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari.” (QS. 76:26)
" Maka bersabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Rabbmu,sebelum terbit matahari dan terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu ridha". (QS. 20:130)
"Maka bersabarlah terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah kepada Rabbmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai sujud (shalat)." (QS Qaaf : 39-40)
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Dzat yang menciptakan kehidupan dan kematian sebagai ujian bagi manusia. Shalawat dan salam semoga terlimpah selalu atas Hamba dan Kekasih Allah, Rasulullah Muhammad e beserta keluarganya, para sahabatnya dan pengikut setia mereka.
Selama hidupnya, manusia tentu sering berangan-angan. Perbedaan angan-angan tiap orang tergantung pada lingkungan tempat tinggalnya, pola pikir yang ditanamkan orang tua, dan orang-orang sekelilingnya.
Kalau seseorang ditanya: Apa angan-angan anda dalam hidup ini? maka jika ia hidup di antara orang miskin, melihat kemiskinan dengan mata kepala dan merasakan kepedihannya, pasti ia berangan-angan hidup sebagai orang kaya. Ia ingin rumah megah dan kendaraan mewah, pokoknya ia ingin hidup penuh kenikmatan layaknya kebanyakan manusia.
Kalau anda besuk seorang pesakitan yang terbaring di atas kasur, yang tak mampu berkutik dan selalu dibatasi kebebasannya, sampai-sampai tidur dan makan pun tak enak; lalu anda tanyai apa angan-angannya? Pasti ia mengangankan kesembuhan walau harus menebusnya dengan seluruh kekayaan.
Kabar Gembira untuk Pencari Ilmu: Daurah Universitas Islam Madinah Kembali Diselenggarakan.
Setelah berhenti sekitar 8 tahun, insyaallah daurah tahunan Universitas Islam Madinah (UIM) akan diselenggarakan kembali. Kali ini, yang mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah adalah Ponpes Modern Darussalam Gontor. Daurah ini akan dihadiri oleh 11 dosen UIM dengan berbagai latar belakang keilmuan, dipimpin Wakil Rektor Prof. Dr. Ibrahim al-'Ubaid – hafizhahullah -. Di samping daurah khusus untuk undangan dari berbagai lembaga pendidikan di Indonesia, juga akan diadakan seleksi penerimaan mahasiswa UIM yang insyaallah terbuka untuk non undangan.
Berikut informasinya:
Nama daurah: الدورة التدريبية لمعلمي اللغة العربية والثقافة الإسلامية Tempat penyelenggaraan: PM Gontor 2, Madusari, Siman, Ponorogo, Jatim.
S. Benarkah ungkapan” Kebenaran yang tidak teroganisir akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir rapi” bersumber dari Ali ibn Abi Talib? Jika benar apa maksudnya? dan bolehkah ini dijadikan sebagai dasar ...
“Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda : Agama itu adalah Nasehat , Kami bertanya : Untuk Siapa ?, Beliau bersabda : Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslim” HR Muslim
"Ketahuilah bahwa dalam jasad ada sekerat daging jika ia baik maka baiklah seluruh jasadnya dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati”.(Bukhari & Muslim)
“Barangsiapa yang mengada-adakan sesuatu dalam urusan agama kami ini yang bukan dari kami, maka dia tertolak". (HR Bukhari dan Muslim)