|
Written by Administrator
|
|
Friday, 13 March 2009 14:18 |
 Dari Abu 'Abdirrahman Abdullah bin Mas'ud radhiallahu 'anh, dia berkata : bahwa Rasulullah telah bersabda, "Sesungguhnya tiap-tiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nutfah, kemudian menjadi 'Alaqoh (segumpal darah) selama itu juga lalu menjadi Mudhghoh (segumpal daging) selama itu juga, kemudian diutuslah Malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya lalu diperintahkan untuk menuliskan 4 kata : Rizki, Ajal, Amal dan Celaka/bahagianya. maka demi Alloh yang tiada Tuhan selainnya, ada seseorang diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh ketetapan Alloh lalu ia melakukan perbuatan ahli neraka dan ia masuk neraka. Ada diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli neraka sehingga tidak ada lagi jarak antara dirinya dan neraka kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh ketetapan Alloh lalu ia melakukan perbuatan ahli surga dan ia masuk surga. Faedah-faedah dari hadits di atas:
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Friday, 27 February 2009 01:15 |
S. Benarkah ungkapan” Kebenaran yang tidak teroganisir akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir rapi” bersumber dari Ali ibn Abi Talib? Jika benar apa maksudnya? dan bolehkah ini dijadikan sebagai dasar membuat tanzim ataupun jamaah? J. (Syeih Salim Hilali) Ungkapan ini tidak benar dari Ali , sebab dasarnya ini merupakan ungkapan yang dibuat oleh orang-orang haraki yang masih baru. Agama kita telah tersusun apik tanpa harus ditambah dengan membuat tanzim-tanzim; agama kita telah baku dalam bingkainya tamba harus membuat bingkai baru; agama kita berdiri tegak di atas tanzim. Jika Islam kita terapkan dengan benar sebagaimana yang terjadi pada zaman Rasul, maka secara otomatis kita akan terorganisir rapi. Jika kita masih menyibukkan diri dengan membuat bingkai-bingkaidan tanzim-tanzim baru ; berwala dan bara di atas dasar ini, dan dengan membuat baiat-baiat bidah, hal-hal ini seluruhnya pada dasrnya bukanlah dari agam Allah sedikitpun. Sebab Kita telah tersusun dan terorganisir langsung dengan Islam, dibawah tanzim rabbani, tanzim Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam sebagai pelopornya. Kita tidak buruh kepada tanzim yang dibuat orang-orang haraki ayng memecah belah umat dan mengadu domba antar duat yang menyeru kejalan Allah.
|
|
Written by Administrator
|
|
Friday, 27 February 2009 01:09 |
|
Pertanyaa: Perkataan seseorang yang telah beristri kepada saudaranya, sahabatnya ataupun, bapaknya:”Aku akan menceraikan istriku”. Perkataan ini diucapkan dihadapan istrinya dalam kondisi sangat marah. Apakah perkataan ini dianggap tolaq sebenarnya dan berlaku ?, Jawaban: ( Syeikh Masyhur Salman) Ungkapan yang diucapkannya ini—baik dalam kondisi stabil ataupun marah—tidak masuk kedalam kategori talak. Sebab ungkapannya “ akan kuceraikan”masih dalam bentuk fi’il mustaqbal(kata kerja untuk waktu yang akan datang).Oleh karena itu tidak ada konsekwensi dari ucapannya itu selama dia tidak mentalaknya dengan sebenarnya.
|
|
Written by Administrator
|
|
Friday, 27 February 2009 00:38 |
Dari Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz, ditujukan kepada setiap orang yang menginginkan shalatnya sebagaimana yang dilakukan Rasulullah , sesuai dengan sabdanya :
" صلوا كما رأيتموني أصلي " Artinya : “ shalatlah sebagaimana kalian melihat aku shalat” (HR. Al-Bukhari)
Rincian praktek shalat nabi yang harus kita ikuti adalah :
|
|
Read more...
|
|
Written by Administrator
|
|
Thursday, 26 February 2009 23:59 |
|
Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu 'anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”. [Diriwayatkan oleh dua orang ahli hadits yaitu Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari (orang Bukhara) dan Abul Husain Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaburi di dalam kedua kitabnya yang paling shahih di antara semua kitab hadits. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907]
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 Next > End >>
|
|
Page 7 of 8 |